Cari Blog Ini

Senin, 01 April 2013

PEMBATAS JALAN DAN KECELAKAAN


Minggu 31 Maret 2013 pukul 07.20, saya mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bogor setelah melewati Gapura Divisi I Kostrad dari arah Bogor, tepatnya di belokan dekat perumahan baru D'MARCO (kalau ga salah). Saya yang dibonceng teman  luka parah dan engkel kaki kiri keseleo sampai bengkak, bahkan teman saya yang mengendarai motor lebih parah lagi, kebetulan saat terjatuh helm yang digunakan lepas yang menyebabkan wajahnya luka cukup serius.

Jalan Raya Bogor, cukup saya kenal karena hampir setiap hari melewatinya. Entah beberapa kali saya melihat kecelakaan sepanjang menjadi pengguna jalan tersebut sejak tahun 2007 sampai sekarang. Jalan ini tidak terlalu rusak meskipun masih banyak lubang yang cukup menjadi potensi kecelakaan, penerangan jalan cukup meskipun masih ada di sepanjang jalan tiang lampunya ada tetapi tidak menyala.

Ada yang menjadi perhatian bagi saya KENAPA DARI PT. SANYO SAMPAI DENGAN FLY OVER CIBINONG TIDAK DIBUAT PEMBATAS JALAN DARI COR, TETAPI HANYA DUA GARIS TENGAH?

Ketika saya mengikuti sosialisasi PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS, menurut POLANTAS salah satu penyebab kecelakaan adalah infrastruktur. Mensikapi pertanyaan saya dan informasi dari Polantas, bisa jadi PEMBATAS JALAN YANG HANYA DENGAN DUA GARIS PUTIH menjadi salah satu penyebab kecelekaan! Setidaknya ada dua alasan yang saya temukan, PERTAMA dengan pembatas garis, pejalan kaki yang akan menyeberang ketika dia berhenti sejenak di tengah dapat membahayakan dirinya dan pengguna jalan yang lain.  KEDUA, pengendara bisa seenaknya memutar kendaraan di sepanjang jalan, dan inilah PENYEBAB KECELAKAN SAYA.

Kejadian begini, teman saya yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang baru melewati gapura Divisi I Kostrad, lalu menambah kecepatan. Setelah melewati depan perumahan baru  D'MARCO jalan agak membelok, dan....setelah belokan itu tau-tau sudah ada motor di tengah jalan yang akan memutar, tentu saja teman saya tidak dapat menghindarinya....dan BRAKKK...motor tersebut ditabrak, saya terpental ke depan dan teman saya ke seberang kanan jalan. Motor yang ditabrak tidak terdapat kerusakan yang berarti, sedangkan motor teman saya RUSAK PARAH, depannya hancur, ban depan dan belakang tidak searah. Teman saya kakinya luka-luka bahkan wajahnya luka cukup parah. Saya sendiri luka-luka di kaki kiri, engkel bengkak, dan telapak kaki luka cukup parah, bahkan harus menjerit dan ngeluarin air mata juga ketika dokter membersihkan luka, dan sepertinya bahu kiri sampai sekarang masih sakit.

Tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, semua pasti ada "hikmahnya". Saya hanya BERGUMAN...ADAKAH HUBUNGAN PEMBATAS JALAN DENGAN KECELAKAAN? yang saya alami. Jika ada, mohon dengan hormat kepada yang bekepentingan dengan PEMBATAS JALAN yang saya sebutkan di atas, mohon menggunakan cor yang ditinggikan. Bahkan di depan Rumah Sakit Simpangan Depok sudah hampir satu semester meskipun SUDAH DILUBANGIN tetapi ko belum dibikin cor permbatasnya...

Mohon maaf....semoga bermanfaat...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar