
Senin, 10 Maret 1998 jam 00.00 (aku lebih suka menulis/menyebutnya 00.00 daripada 24.00) kudengar tangisanmu memecah kesunyian rumah bidan yang aku lupa namanya, didaerah Kelurahan Gedong tepatnya di Komplek Depsos belakang rumah sakit Pasar Rebo. Ya, Aa (sebutin dari keluarga kami) lahir dengan berat 1700 ons, kondisi berat bayi yang hampir mendekati tidak normal. Berat ini memang wajar karena bayi dalam kandungan menurut perhitungan bidan baru berumur 7 bulan. Bayi merah dengan hidung yang mancung rambut hitam gimbal ini pada dini hari itu juga aku kumandangkan azdan di telinga kanan dan iqomat di telinga kirinya. Setelah sekian lama mencari nama yang baik menurut kami akhirnya kuberi nama Aa, Sayyid Azzami Al Latief.

Waktu berjalan...baru umur 9 bulan Aa harus menikmati susu instan karena ASI tidak mungkin dibagi dua dengan yang ada di dalam kandungan. Aku masih ingat Aa gampang sekali tertidur, sambil tiduran nyedot botol yang penuh susu, ketika botol itu kosong sudah ada disamping Aa yang sudah pulas. Bukan hanya itu, ketika umi mau melahirkan adik Aa, yang waktu itu Aa baru berumur 19 bulan, tidak ada keluhan sama sekali dari tetangga yang dititipi, padahal ditinggal hampir 2 hari.
Konsekuensi bayi lahir prematur harus menerima kenyataan, pada usia 7 tahun Aa harus dirawat di rumah sakit karena ada cairan di paru-paru, padahal awalnya hanya sakit campak, akibatnya sampai dua pekan bermalam di rumah sakit. Abi dan umi harus “pisah rumah” bergantian menjaga Aa di rumah sakit.

Pilihan yang berat mengenai masa depan Aa harus kami tentukan, ketika ada pemikiran untuk menyekolahkan di sebuah pendidikan yang berasrama. Keputusan itu sudah matang dan akhirnya memang kami mengirim Aa untuk sekolah yang jauh dari rumah dan diasramakan. Kelas 2 SD sudah harus menjalani kehidupan sekolah yang baru dengan lingkungan yang baru juga memang tidak mudah. Eh Aa...kami sangat salut, waktu itu hanya dengan orientasi 2 pekan sudah mau ditinggal dan menjalani belajar tanpa didampingi orang tua.
Penyesuaian lingkungan dengan kondisi fisik ternyata tidak semudah yang kami bayangkan, Aa sering mudah sakit, bahkan pernah sakit cacar yang membuat Aa harus istirahat di rumah. Sampai kelas 3 bahkan kelas 4 sakit itu tidak pernah jenuh menemani Aa, setiap bulan, 3 bulan sekali selalu saja hadir walaupun memang hanya sehari sampai tiga hari. Baru ketika kelas 5 mulai dari semeter ganjil sampai sekarang Alhamdulillah sudah tidak pernah ada keluhan lagi dari Aa tentang gangguan fisik.

Dua belas tahun sudah Aa menghirup udara ini, kita selalu berdampingan hanya sampai 7 tahun, artinya Aa belajar mandiri sudah 5 tahun. Aa....tidak terlintas sedikitpun dipikiran kami ketika memutusakan untuk menyekolahkan Aa jauh dari rumah, seperti ada sebagian saudara, teman, yang mengatakan “menyiksa anak” bahkan ada yang mengatakan “membuang anak”. Semua ini untuk masa depan Aa juga, karena kami yakin hanya dengan modal pendidikan yang baik akan mudah menggapai cita-cita.
Kami bangga...Aa sekarang sudah hafal Zuz Amma, prestasi di sekolah juga sangat baik, walaupun baru sampai kelas C karena kami faham persaingan disana sangat ketat. Belajar lebih giat lagi Aa karena dengan kelebihan ilmu itu Allah akan memuliakan umatnya. Apalagi hanya tinggal beberapa hari lagi Aa akan mengikuti ujian nasional, ketika latihan kami dapat berita kurang memuaskan, jangan pernah lelah untuk selalu belajar dan terus belajar. Lebih bangga lagi ketika kami rasakan saat ini Aa selalu jujur baik ketika berbuat salah maupun benar, ini suatu sifat yang sekarang sepertinya sangat mahal, bahkan untuk anak-anak sekalipun, ini kami rasakan ade2 Aa dirumah kadang-kadang susah untuk diajak jujur. Oia Aa sekarang lagi persiapan mau main hokey di Bandung...yang semangat latihannya buat orang tua, saudara, sekolah, dan temanmu bangga...

Semogga Allah SWT selalu melindungi Aa, diberi kesehatan, kemudahan dalam segala urusan, diberi keluasan ilmu sehingga tidak ada kesulitan untuk menyelesaikan tugas belajar. Amin.
SELAMAT ULANG TAHUN AA...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar